BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Demam Berdarah atau
DB terus menghantui masyarakat kita seiring pergantian musim atau pancaroba.
Perubahan musim pasti berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Hal itu
menyebabkan seseorang rentan terkena penyakit demam berdarah.
Masyarakat harus
waspada dan meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan sehingga tidak memberi
kesempatan nyamuk berkembang biak yang menyebabkan penyakit demam berdarah.
1.2
Tujuan
Adapun
tujuan dari penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah :
1. Untuk melengkapi tugas Bahasa Indonesia.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang
penyakit demam berdarah.
3. Agar
masyarakat lebih waspada terhadap penyakit demam berdarah karena menyebabkan
kematian.
1.3 Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan
penulis utarakan dalam pembahasan di dalam karya tulis ilmiah ini adalah
sebagai berikut :
1.
Apakah penyebab penyakit demam berdarah ?
2.
Bagaimana ciri-ciri nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah ?
3.
Bagaimana cara penularan penyakit demam berdarah ?
4.
Apa saja gejala yang ditimbulkan penyakit demam berdarah ?
5.
Bagaimana fase-fase penyakit demam berdarah ?
6.
Bagaimana cara pertolongan pertama bagi penderita penyakit demam berdarah ?
7.
Bagaimana cara penanganan bagi penderita penyakit demam berdarah ?
8.
Bagaimana cara pengobatan penyakit demam berdarah ?
9.
Bagaimana cara pencegahan penyakit demam berdarah ?
PEMBAHASAN
2.1 Penyebab
penyakit demam berdarah
Demam Berdarah Dengue
atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan
nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina.
Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.
Virus ini merupakan
virus dari genus Flavivirus, famili FlaviviridaeVirus dengue terdiri dari
empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan
di Indonesia adalah tipe 3.
Virus
dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga
mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian.
Gejala demam berdarah
baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari empat
jenis virus dengue mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda.
Sistem imun yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru
akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi
untuk ke dua kalinya. Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis
virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus yang sama hanya dapat
menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentuk.
Biasanya, penyakit
demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim
kemarau atau sebaliknya.
2.2 Ciri-ciri nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah
Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti :
1. Berwarna hitam dan belang-belang (
loreng ) putih pada seluruh tubuh.
2. Berkembangbiak di tempat penampungan air (
TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi,
tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dan lain-lain.
3. Nyamuk Aedes aegypti tidak dapat berkembang
biak di selokan/got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah.
4. Biasanya menggigit manusia pada pagi
atau sore hari.
5. Mampu terbang sampai 100 meter.
2.3 Cara penularan
penyakit demam berdarah
Demam berdarah dengue
tidak menular melalui kontak manusia dengan manusia. Virus dengue sebagai
penyebab demam berdarah hanya dapat ditularkan melalui nyamuk. Oleh karena itu,
penyakit ini termasuk kedalam kelompok arthropod borne diseases. Virus dengue
berukuran 35 - 45 nm. Virus ini dapat terus tumbuh dan berkembang dalam tubuh
manusia dan nyamuk.
Terdapat tiga faktor
yang memegang peran pada penularan infeksi dengue, yaitu manusia, virus, dan
vektor perantara. Virus dengue masuk ke dalam tubuh nyamuk pada saat menggigit
manusia yang sedang mengalami viremia, kemudian virus dengue ditularkan kepada
manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang
terinfeksi.
Seseorang yang di
dalam darahnya memiliki virus dengue (infektif) merupakan sumber penular DBD.
Virus dengue berada dalam darah selama 4 - 7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam
(masa inkubasi instrinsik). Bila penderita DBD digigit nyamuk penular, maka
virus dalam darah akan ikut terhisap masuk ke dalam lambung nyamuk. Selanjutnya
virus akan berkembangbiak dan menyebar ke seluruh bagian tubuh nyamuk, dan juga
dalam kelenjar saliva. Kira-kira satu minggu setelah menghisap darah penderita
(masa inkubasi ekstrinsik), nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang
lain. Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh
karena itu nyamuk Aedes aegypti yang telah menghisap virus dengue menjadi
penular (infektif) sepanjang hidupnya.
Penularan ini terjadi
karena setiap kali nyamuk menggigit (menusuk), sebelum menghisap darah akan
mengeluarkan air liur melalui saluran alat tusuknya (probosis), agar darah yang
dihisap tidak membeku. Bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari
nyamuk ke orang lain. Hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang dapat menularkan
virus dengue
Nyamuk betina sangat
menyukai darah manusia (anthropophilic) dari pada darah binatang. Kebiasaan
menghisap darah terutama pada pagi hari jam 08.00 - 10.00 dan sore hari jam
16.00-18.00. Nyamuk betina mempunyai kebiasaan menghisap darah berpindah-pindah
berkali-kali dari satu individu ke individu lain (multiple biter). Hal ini
disebabkan karena pada siang hari manusia yang menjadi sumber makanan darah
utamanya dalam keadaan aktif bekerja/bergerak sehingga nyamuk tidak bisa
menghisap darah dengan tenang sampai kenyang pada satu individu. Keadaan inilah
yang menyebabkan penularan penyakit DBD menjadi lebih mudah terjadi.
Penularan penyakit
DBD dapat terjadi di semua tempat yang terdapat nyamuk penularnya.
Tempat-tempat potensial untuk terjadinya penularan DBD adalah :
a.
Wilayah yang banyak kasus DBD
(rawan/endemis)
b. Tempat-tempat umum merupakan tempat
berkumpulnya orang-orang yang datang dari berbagai wilayah sehingga kemungkinan
terjadinya pertukaran beberapa tipe virus dengue cukup besar.
c. Pemukiman baru di pinggiran kota Karena di
lokasi ini, penduduk umumnya berasal dari berbagai wilayah, maka kemungkinan
diantaranya terdapat penderita atau carier yang membawa tipe virus dengue yang
berlainan dari masing-masing lokasi awal
2.4 Gejala yang ditimbulkan penyakit demam
berdarah
1. Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak
lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.
2. Tampak
binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu
tidak hilang.
3. Kadang-kadang
perdarahan di hidung ( mimisan).
4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah.
5. Tes
Torniquet positif.
6. Adanya
perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura.
7. Kadang-kadang
nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lambung.
8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung
tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna
gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya.
9. Hematemesis
atau melena.
10. Trombositopenia
( =100.000 per mm3).
11. Pembesaran plasma yang erat hubungannya dengan kenaikan
permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau
lebih dari:
·
Kenaikan
nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin.
·
Menurunnya
nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan.
·
Tanda-tanda
pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo –proteinaemia.
2.5 Fase-fase penyakit demam berdarah
1. Hari 1-3 Fase demam tinggi, demam mendadak
tinggi dan sakit kepala, sakit dibelakang bola mata, badan ngilu dan nyeri,
mual, kadang disertai bintik merah dikulit tidak hilang saat kulit diregangkan.
2. Hari 4-5 Fase kritis, fase dimana demam dan kadar trombosit
mengalami penurunan dan sering mengoceh seolah terjadi kesembuhan. Namun fase
inilah fase kritis kemungkinan terjadinya “Dengue Shock Syndrome” Dapat terjadi
pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin serta penurunan kesadaran.
3. Hari 6-7 Fase penyembuhan, keadaan umum
membaik.
2.6 Cara
pertolongan pertama bagi penderita penyakit demam berdarah
1. Memberikan
minum sebanyak mungkin.
2.
Kompres agar panasnya turun.
3. Memberikan
obat penurun panas.
4. Jika dalam
waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau
puskesmas.
5. Jika tidak
bisa minum atau muntah terus menerus, kondisi bertambah parah, kesadaran
menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.
2.7 Cara penanganan bagi penderita
penyakit demam berdarah
1. Monitor suhu tubuh penderita setiap
hari
2. Bawa penderita kembali ke dokter
bila demam berlangsung 3 hari
3. Istirahat dan asupan cairan yang cukup
merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.
4. Bila penderita makin lemas, muntah,
sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter.
5. Bila hasil laboratorium menunjukkan
ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita
harus dirawat di rumah sakit.
6.
Pasien diawasi jangan sampai
terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara
kaki terasa dingin sekali.
2.8
Cara pengobatan penyakit demam berdarah
Sampai saat ini belum
ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang yang sembuh dari
penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu.
Tindakan pengobatan
yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah
pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi
akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya
tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak
istirahat.
Aspirin dan obat anti
peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat
meningkatkan risiko pendarahan. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih
parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit,
pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi
darah akibat pendarahan yang terjadi.
Obat Tradisional Penyakit Demam Berdarah
Ada cara
tradisional yang layak dicoba karena sudah terbukti khasiatnya untuk menaikkan
kadar trombosit sebagai pertolongan terhadap penderita DBD, diantaranya dengan memberikan jambu biji (psidium guajava)
secukupnya, ditambah 10 gr kunyit, 10 gr temulawak lalu di jus dan diminum.
Jambu biji adalah buah ajaib yang akrab dalam kehidupan kita yang
memberikan multimanfaat bagi kesehatan.
Buah ini sangat kaya
dengan vitamin C dan beberapa jenis mineral yang mampu menangkal berbagai jenis
penyakit degeneratif, serta menjaga kebugaran tubuh.
Bisa juga dengan mengonsumsi ramuan yang terdiri dari 30 gr daun dewa
segar ditambah 30 gr sambiloto segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa
300 cc, airnya disaring, lalu diminum hangat-hangat. Atau bubuk kunyit ditambah
bubuk temulawak dan bubuk sambiloto, masing-masing 5 gr, diseduh dengan air
mendidih tambahkan madu secukupnya, lalu diminum hangat-hangat.
Penderita DBD dapat
mengalami gangguan pada trombosit atau butiran darah merahnya menurun yang
dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Untuk mengatasinya, dapat memanfaatkan 30 gr sambiloto segar ditambah
30 gr daun dewa segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya
disaring lalu diminum.
Agar terhindar dari gigitan nyamuk dapat memanfaatkan 10 gr temu hitam
ditambah 10 gr kunyit, 10 gr temulawak, 10 gr sambiloto, direbus dengan 700 cc
air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring kemudian di campur madu secukupnya
lalu diminum.
2.8 Cara pencegahan penyakit demam berdarah
Cara pencegahan dilakukan dengan
:
1. Pemberantasan
Pemberantasan
Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat
menjadi tempat perindukan nyamuk.
2. Fogging atau pengasapan
Foging
dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau
lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal
penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal.
3. Abatisasi
Yaitu
dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.
4. Sistem
kewaspadaan dini
Laporan
penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita
untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.
BAB 3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Demam
berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk
ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Demam Berdarah umumnya
disertai sakit kepala, nyeri otot sendi atau tulang, ruam, gejala-gejala
penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia). Biasanya, penyakit demam
berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau
atau sebaliknya.
Pemberantasan
sarang nyamuk meliputi kegiatan 3M-Plus
yaitu menguras tempat penampungan air secara teratur, mengubur barang bekas
yang dapat menampung air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memberikan
abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.
3.2
Saran
1. Kita harus menjaga kesehatan badan dengan meminum air putih
sebanyak-banyaknya.
2. Makan makanan yang bergizi dan teratur
3. Memakai lotion anti nyamuk
4. Kontrol dan bersihkan secara rutin
tempat-tempat yang ada genangan air seperti vas bunga, dispenser, kloset, tong
sampah, ember, bak kamar mandi dan lainnya.
DAFTAR
PUSTAKA
No comments:
Post a Comment