Followers

Saturday, April 2, 2016

Contoh Karya Ilmiah "Bahaya Penyakit Demam Berdarah"



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Demam Berdarah atau DB terus menghantui masyarakat kita seiring pergantian musim atau pancaroba. Perubahan musim pasti berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Hal itu menyebabkan seseorang rentan terkena penyakit demam berdarah.
Masyarakat harus waspada dan meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan sehingga tidak memberi kesempatan nyamuk berkembang biak yang menyebabkan penyakit demam berdarah.
1.2  Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah :
1.    Untuk melengkapi tugas Bahasa Indonesia.
2.    Menambah pengetahuan dan wawasan tentang penyakit demam berdarah.
3.    Agar masyarakat lebih waspada terhadap penyakit demam berdarah karena menyebabkan kematian.
1.3  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan penulis utarakan dalam pembahasan di dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.      Apakah penyebab penyakit demam berdarah ?
2.      Bagaimana ciri-ciri nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah ?
3.      Bagaimana cara penularan penyakit demam berdarah ?
4.      Apa saja gejala yang ditimbulkan penyakit demam berdarah ?
5.      Bagaimana fase-fase penyakit demam berdarah ?
6.      Bagaimana cara pertolongan pertama bagi penderita penyakit demam berdarah ?
7.      Bagaimana cara penanganan bagi penderita penyakit demam            berdarah ?
8.      Bagaimana cara pengobatan penyakit demam berdarah ?
9.      Bagaimana cara pencegahan penyakit demam berdarah ?
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Penyebab penyakit demam berdarah
Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.
Virus ini merupakan virus dari genus Flavivirus, famili FlaviviridaeVirus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVZMcD4qR2rJWwkRVlPM8iij1ZojSflQJi8vXSt3h-u-otCCX5UVTqKLIn-C7hSRcC35PneUTqL_zG7UyqRSeeww9tIKXWnyWb2KFKbvl1ItmCJq0idPFyh_vqj5c_nW4tUIQvIEDonSdM/s1600/virus.JPG Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian.
Gejala demam berdarah baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus dengue mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda. Sistem imun yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk ke dua kalinya. Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentuk.
Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

2.2 Ciri-ciri nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah
       Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti :
1.                Berwarna hitam dan belang-belang ( loreng ) putih pada seluruh tubuh.
2.    Berkembangbiak di tempat penampungan air ( TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dan lain-lain.
3.   Nyamuk Aedes aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan/got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah.
4.                Biasanya menggigit manusia pada pagi atau sore hari.
5.                Mampu terbang sampai 100 meter.
2.3 Cara penularan penyakit demam berdarah
Demam berdarah dengue tidak menular melalui kontak manusia dengan manusia. Virus dengue sebagai penyebab demam berdarah hanya dapat ditularkan melalui nyamuk. Oleh karena itu, penyakit ini termasuk kedalam kelompok arthropod borne diseases. Virus dengue berukuran 35 - 45 nm. Virus ini dapat terus tumbuh dan berkembang dalam tubuh manusia dan nyamuk.
Terdapat tiga faktor yang memegang peran pada penularan infeksi dengue, yaitu manusia, virus, dan vektor perantara. Virus dengue masuk ke dalam tubuh nyamuk pada saat menggigit manusia yang sedang mengalami viremia, kemudian virus dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi.
Seseorang yang di dalam darahnya memiliki virus dengue (infektif) merupakan sumber penular DBD. Virus dengue berada dalam darah selama 4 - 7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam (masa inkubasi instrinsik). Bila penderita DBD digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terhisap masuk ke dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan berkembangbiak dan menyebar ke seluruh bagian tubuh nyamuk, dan juga dalam kelenjar saliva. Kira-kira satu minggu setelah menghisap darah penderita (masa inkubasi ekstrinsik), nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain. Virus ini akan tetap berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu nyamuk Aedes aegypti yang telah menghisap virus dengue menjadi penular (infektif) sepanjang hidupnya.
Penularan ini terjadi karena setiap kali nyamuk menggigit (menusuk), sebelum menghisap darah akan mengeluarkan air liur melalui saluran alat tusuknya (probosis), agar darah yang dihisap tidak membeku. Bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain. Hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang dapat menularkan virus dengue
Nyamuk betina sangat menyukai darah manusia (anthropophilic) dari pada darah binatang. Kebiasaan menghisap darah terutama pada pagi hari jam 08.00 - 10.00 dan sore hari jam 16.00-18.00. Nyamuk betina mempunyai kebiasaan menghisap darah berpindah-pindah berkali-kali dari satu individu ke individu lain (multiple biter). Hal ini disebabkan karena pada siang hari manusia yang menjadi sumber makanan darah utamanya dalam keadaan aktif bekerja/bergerak sehingga nyamuk tidak bisa menghisap darah dengan tenang sampai kenyang pada satu individu. Keadaan inilah yang menyebabkan penularan penyakit DBD menjadi lebih mudah terjadi.
Penularan penyakit DBD dapat terjadi di semua tempat yang terdapat nyamuk penularnya. Tempat-tempat potensial untuk terjadinya penularan DBD adalah :
a.    Wilayah yang banyak kasus DBD (rawan/endemis)
b.    Tempat-tempat umum merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang datang dari berbagai wilayah sehingga kemungkinan terjadinya pertukaran beberapa tipe virus dengue cukup besar.
c.    Pemukiman baru di pinggiran kota Karena di lokasi ini, penduduk umumnya berasal dari berbagai wilayah, maka kemungkinan diantaranya terdapat penderita atau carier yang membawa tipe virus dengue yang berlainan dari masing-masing lokasi awal
2.4   Gejala yang ditimbulkan penyakit demam berdarah
1.    Mendadak panas tinggi selama 2 - 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.
2.    Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.
3.    Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).
4.                Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah.
5.    Tes Torniquet positif.
6.    Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura.
7.    Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lambung.
8.    Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya.
9.    Hematemesis atau melena.
10.  Trombositopenia ( =100.000 per mm3).
11.  Pembesaran plasma yang erat hubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:
·           Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin.
·           Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan.
·           Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo –proteinaemia.
2.5   Fase-fase penyakit demam berdarah
1.    Hari 1-3 Fase demam tinggi, demam mendadak tinggi dan sakit kepala, sakit dibelakang bola mata, badan ngilu dan nyeri, mual, kadang disertai bintik merah dikulit tidak hilang saat kulit diregangkan.
2.    Hari 4-5 Fase kritis, fase dimana demam dan kadar trombosit mengalami penurunan dan sering mengoceh seolah terjadi kesembuhan. Namun fase inilah fase kritis kemungkinan terjadinya “Dengue Shock Syndrome” Dapat terjadi pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin serta penurunan kesadaran.
3.    Hari 6-7 Fase penyembuhan, keadaan umum membaik.
2.6 Cara pertolongan pertama bagi penderita penyakit demam berdarah
1.    Memberikan minum sebanyak mungkin.
2.    Kompres agar panasnya turun.
3.    Memberikan obat penurun panas.
4.    Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
5.    Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondisi bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.
2.7 Cara penanganan bagi penderita penyakit demam berdarah
1.                Monitor suhu tubuh penderita setiap hari
2.                Bawa penderita kembali ke dokter bila demam berlangsung 3 hari
3.                Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.
4.                Bila penderita makin lemas, muntah, sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter.
5.                Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita harus dirawat di rumah sakit.
6.                Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.
2.8 Cara pengobatan penyakit demam berdarah
Sampai saat ini belum ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu.
Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat. 
Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi.

Obat Tradisional Penyakit Demam Berdarah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioQ9CtGCb9YbZ4eZ-oAcUtPV2E1N1WkecCaEmB6c_jlE69IS4aZaNRo1Sm59zyd3yWDNSk5Oa4TU16Kavz6GJKcAIedKUiqqKj1Xlee2BU1OLtwWiu4wDrCrU22cx-xSBza37tRch0QFbe/s1600/jambu.JPG  Ada cara tradisional yang layak dicoba karena sudah terbukti khasiatnya untuk menaikkan kadar trombosit sebagai pertolongan terhadap penderita DBD, diantaranya dengan memberikan jambu biji (psidium guajava) secukupnya, ditambah 10 gr kunyit, 10 gr temulawak lalu di jus dan diminum.
Jambu biji adalah buah ajaib yang akrab dalam kehidupan kita yang memberikan multimanfaat bagi kesehatan.
Buah ini sangat kaya dengan vitamin C dan beberapa jenis mineral yang mampu menangkal berbagai jenis penyakit degeneratif, serta menjaga kebugaran tubuh.
Bisa juga dengan mengonsumsi ramuan yang terdiri dari 30 gr daun dewa segar ditambah 30 gr sambiloto segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring, lalu diminum hangat-hangat. Atau bubuk kunyit ditambah bubuk temulawak dan bubuk sambiloto, masing-masing 5 gr, diseduh dengan air mendidih tambahkan madu secukupnya, lalu diminum hangat-hangat.      
Penderita DBD dapat mengalami gangguan pada trombosit atau butiran darah merahnya menurun yang dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Untuk mengatasinya, dapat memanfaatkan 30 gr sambiloto segar ditambah 30 gr daun dewa segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring lalu diminum.
Agar terhindar dari gigitan nyamuk dapat memanfaatkan 10 gr temu hitam ditambah 10 gr kunyit, 10 gr temulawak, 10 gr sambiloto, direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, airnya disaring kemudian di campur madu secukupnya lalu diminum.
2.8   Cara pencegahan penyakit demam berdarah
Cara pencegahan dilakukan dengan :
1.     Pemberantasan
       Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.
2.                Fogging atau pengasapan
       Foging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal.
3.    Abatisasi
       Yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.
4.    Sistem kewaspadaan dini
       Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.









BAB 3
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
            Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Demam Berdarah umumnya disertai sakit kepala, nyeri otot sendi atau tulang, ruam, gejala-gejala penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia). Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.
            Pemberantasan sarang nyamuk meliputi kegiatan 3M-Plus yaitu menguras tempat penampungan air secara teratur, mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memberikan abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.
3.2  Saran
1.    Kita harus menjaga kesehatan badan dengan meminum air putih sebanyak-banyaknya.
2.    Makan makanan yang bergizi dan teratur
3.    Memakai lotion anti nyamuk
4.    Kontrol dan bersihkan secara rutin tempat-tempat yang ada genangan air seperti vas bunga, dispenser, kloset, tong sampah, ember, bak kamar mandi dan lainnya.






DAFTAR PUSTAKA

No comments: