MENGANALISIS KELAYAKAN PLANET BUMI
BAGI KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP
ABSTRAK
Puji syukur penulis panjatkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
ini tepat pada waktunya yang berjudul.
“KELAYAKAN PLANET BUMI BAGI KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP”
Dengan selesainya tugas ini tidak terlepas dari bantuan banyak
pihak yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. Untuk itu penulis
mengucapkan banyak terimakasih.
Penulis menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dari tulisan ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya,
mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi tercapainya kesempurnaan
dari makalah ini.
Arso, November
2016
Penulis
DAFTAR ISI
BAB. I PENDAHULUAN
a. Latar
Belakang
Bumi adalah
planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya
mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta
kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer)
dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari
angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara
ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini
dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
Bumi
melakukan beberapa gerak yang alami, yaitu gerak rotasi dan revolusi. Gerak
rotasi bumi merupakan gerak berputarnya bumi pada porosnya (sumbu). Gerakan
rotasi ini menyebabkan daerah sepanjang equator bergerak cepat, sedangkan di
daerah kutub hampir-hampir tidak mengalami pergerakan. Bumi yang berbentuk
bulat mengalami perubahan bentuk akibat gerakan rotasi yang dilakukan.Perubahan
tersebut adalah terbentuknya daerah agak pepat di kedua kutubnya dan
seakan-akan sebagian massa bumi tertumpuk di daerah equator. Bentuk ini
disebabkan rotasi bumi yaitu perputaran bumi pada porosnya. Gerak rotasi bumi
terjadi dari arah barat ke timur. Jika dilihat dari kutub utara, rotasi bumi
memiliki arah berlawanan.
Poros
(sumbu) bumi merupakan garis khayal yang menandakan sumbu rotasi dari bumi,
yang melalui kutub utara dan kutub selatan. Poros bumi tidaklah tegak lurus,
tetapi mengalami kemiringan sebesar 23,5o dari garis tegaknya.
Kajian
perkembangan bumi di lakukan berdasarkan ukuran tertentu yang di sebut kala
atau waktu geologis. Waktu geologis ini diketahui berdasarkan
pengukuran dan pengamatan terhadap lapisan-lapisan batuan. Tiap lapisan batuan
terbentuk pada masa tertentu dan menyimpan berbagai informasi pada saat
pembentukannya, seperti kondisi alam serta jenis hewan dan tumbuhan yang hidup
pada masa tersebut.. dengan kata lain, umur bumi serta pembagian masa dalam
perkembangan bumi dapat di ketahui dari batuan yang ada di permukaan bumi.
Banyak
ilmuwan telah berupaya untuk mengetahuiumur bumi dan proses perkembangan muka
bumi hingga menjadi seprti sekarang. Terkait dengan hal tersebut, umur bumi di
nyatakan dalam waktu geologi. Secara umum, waktu geologi dapat di
golongkan menjadi waktu geologi relatif dan waktu geologi numerik atau
waktu geologi absolut. Waktu geologi relatif adalah pengelompokan
peristiwa-peristiwa geologis berdasarkan urutan terajadinya. Waktu geologi relatif
tidak menggunakan satuan yang dapat di ukur, seperti tahu, hari, atau jam. Di
lain pihak, waktu geologi numerik adalah pengukuran yang dilakukan terhadap
peristiwa-peristiwa geologis dengan menggunakan satuan yang dapat di ukur,
misalnya tahun.
Salah satu
ilmuwan yang mencoba mengukur bumi adalah William Thomson atau Lord Kelvin. Ia
melakukan percobaan untuk memperkirakan waktu yang di perlukan bumi untuk
mendingin sejak pembentukannya. Kelvin berpendapat bahwa usia bumi adalah
sekitar 30 hingga 100 juta tahun. Saat ini, metode ilmiah yang di anggap paling
tepat untuk mengukur usia bumi adalah dengan pengukuran waktu paruh terhadap
isotop unsur radioaktif yang terkandung dalam batuan. Berdasarkan pengukuran
waktu paruh peluruhan uranium -238 hingga menjadi timbal -206 pada batuan, di
ketahui umur bumi sekitar 4,5 miliar tahun.
b. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas
diharapkan kita akan mengetahui tentang :
-
Pengertian
bumi
-
Bagian –
bagian bumi
-
Pengertian
rotasi bumi
-
Akibat
terjadinya rotasi bumi
-
Menetukan
umur bumi
-
Kenapa kita
tinggal diplanet bumi bukan di planet lain
-
Teori
pembentukan bumi
-
Asal mula
kehidupan
-
Kelayakan Planet
Bumi bagi makhluk hidup
BAB. II PEMBAHASAN
A.
TEORI
TERCIPTANYA BUMI
Theory Big
bang
Berdasarkan
Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun
yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada
porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil
dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk
cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat
di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama
jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan
membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian
membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke
luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang
mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet,
termasuk planet bumi.
Dalam
perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga
terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi,
yaitu:
1. Awalnya,
bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau
perbedaan unsur.
2.
Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya
diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam,
sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
3. Bumi
terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel
luar, dan kerak bumi.
Perubahan di
bumi disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca.
Teori Kabut Kant-Laplace
Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan
analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan
proses terjadinya Bumi.
Ingatkah
kamu tentang teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755)
dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace.
Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian
berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk
kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran
yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan
memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian
menjadi planet-planet dalam tata surya.
Teori Planetesimal
Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul teori Planetesimal yang dikemukakan
oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah
terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh
sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian
matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan
yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian
mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal.
Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya
adalah planet Bumi kita.
Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi,
dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena
proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang
menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih
bersuhu tinggi.
Teori Pasang Surut Gas
Teori ini
dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati
matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada
tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya
pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil.
Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60
kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama
besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam
gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya
tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa
dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa
matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.
Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom
ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet.
Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari
tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang
pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan
berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses
pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti
Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita,
pendinginan berjalan relatif lebih cepat.
Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi
matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu
ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan
penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang
baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet,
sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi
planet-planet. peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini
pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk
planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas.
Teori Bintang Kembar
Teori ini
dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini,
galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak
sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak
mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang
tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak
itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet
yang mengelilinginya
KARAKTERISTIK LAPISAN BUMI
Bumi adalah planet ketiga dari
delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar
tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU
(ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan
magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin
matahari,sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini
menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer.Lapisan udara ini
dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.Lapisan
ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan
melindungi bumi dari sinar ultraungu.Perbedaan suhu permukaan bumi adalah
antara -70°C hingga 50°C bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi
24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa
seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi.
Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai
unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok
sebagai 1.
Bumi mempunyai diameter sepanjang
12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran
gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai
1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi air. Udara Bumi
terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbondioksida, dan gas
lain. Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi
nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500°C, diselimuti pula oleh
inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh
mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi, dan akhirnya
sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer. Kerak bumi
lebih tipis di dasar laut yaitu sekitar 5 kilometer.Kerak bumi terbagi kepada
beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori
Continental Drift) yang menghasilkan gempa bumi. Titik tertinggi di permukaan
bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah
palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam
adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar
adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
Menurut komposisi (jenis dari
materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut :
1. Kerak Bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar
Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua.
Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua
mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah
batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit,
yang tidak sepadat batuan basalt.
2. Mantel Bumi
Mantel bumi terletak di antara kerak
dan inti luar bumi. Mantel bumi merupakan batuan yang mengandung magnesium dan
silikon. Suhu pada mantel bagian atas ±1300 °C-1500 °C dan suhu pada mantel
bagian dalam ±1500 °C-3000 °C. Fungsinya melindungi inti bumi.
3. Inti Bumi
Inti Bumi terletak pada lapisan
terdalam. Inti Bumi terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
a. Inti bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi
inti bumi bagian dalam. Inti bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan
kedalaman antara 2900-4980 km. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan
nikel cair dengan suhu 3900°C
b. Inti bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau
dapat juga disebut inti bumi. inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter
2600km. inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur
dapat mencapai 4800°C.
Struktur Lapisan Bumi
1. Litosfer (lapisan batuan
pembentuk kulit bumi atau crust)
Litosfer berasal dari kata lithos
berarti batu dan sfhere/sphaira berarti bulatan atau lapisan. Dengan demikian
Litosfer dapat diartikan lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dalam pengertian
lain, litosfer adalah lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70
km yang tersusun dari batuan penyusun kulit bumi.
2. Astenosfer (lapisan selubung atau
mantle)
Astenosfer, yaitu lapisan yang
terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material
cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000° C, merupakan campuran dari
berbagai bahan yang bersifat cair, padat dan gas bersuhu tinggi.
3. Barisfer (lapisan inti bumi atau
core)
Barisfer, yaitu lapisan inti bumi
yang merupakan bagian bumi paling dalam yang tersusun atas lapisan Nife
(Niccolum atau nikel dan ferrrum atau besi). Lapisan ini dapat pula dibedakan
atas dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam.
a. Inti luar (Outer core)
Inti luar adalah inti bumi yang ada
di bagian luar. Tebal lapisan ini sekitar 2.200 km, tersusun atas materi besi
dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas berpijar bersuhu sekitar 3.900°
C.
b. Inti dalam (Inner core)
Inti dalam adalah inti bumi yang ada
di lapisan dalam dengan ketebalan sekitar 2.500 km, tersusun atas materi besi
dan nikel pada suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 4.800° C, akan tetapi
tetap dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm3. Hal itu
disebabkan adanya tekanan yang sangat tinggi dari bagian-bagian bumi lainnya.
Lapisan atas kerak bumi, di daerah
daratan, biasanya dilapisi tanah.Tanah, yang terdiri atas partikel batuan yang
ditimpa cuaca, juga mengandung banyak zat organik yang berasal dari pembusukan
makhluk hidup zaman purba.Tanah mendukung kehidupan tanaman di bumi dan juga
binatang karena makanan hewan, baik langsung maupun tidak berasal dari tanaman.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat
disimpulkan bahwa karakteristik lapisan bumi paling dalam (inti) memiliki sifat
pejal atau keras yang diselubungi lapisan cair relatif kental, sedangkan bagian
luar atau atasnya berupa litosfer yang pejal dan keras pula.
Sejarah Pembentukan Bumi
Berdasarkan Zaman
Masa
Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu). Arkeozpoikum artinya Masa Kehidupan Purba, Masa Arkeozoikum (Arkean)
merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang
menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian
dunia yang lazim disebut kraton/perisai benua. Coba perhatikan, masa ini adalah
masa pembentukan kerakbumi. Jadi kerakbumi terbentuk setelah pendinginan
bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate tectonic /
Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan
hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas.
Batuan
tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan
awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif
di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil
tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan
umur kira-kira 3.500.000.000 tahun.
Masa
Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu). Proterozoikum artinya masa kehidupan awal. Masa
Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini
kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak
(enkaryotes dan prokaryotes). Enkaryotes ini akan menjadi
tumbuhan dan prokaryotes nantinya akan menjadi binatang.
Menjelang akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh
lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal,
yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama. Masa
Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai masa Pra-Kambrium.
Zaman
Kambrium (590-500 juta tahun lalu). Kambrium
berasal dari kata “Cambria” nama latin untuk daerah Wales di Inggeris
sana, dimana batuan berumur kambrium pertama kali dipelajari. Banyak hewan
invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada
di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai
pelindung. Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga,
Cacing, Sepon, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda
(Trilobit). Sebuah daratan yang disebut Gondwana (sebelumnya pannotia)
merupakan cikal bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan
Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau masih berupa
benua-benua kecil yang terpisah.
Zaman
Ordovisium (500 – 440 juta tahun lalu). Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan
bertulang belakang paling tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang
muncul pertama kali seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut),
Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona. Koral dan Alga
berkembang membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa.
Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan Ekinodermata dan Brakiopoda mulai
menyebar. Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari zaman
ini. Gondwana dan benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada
di antaranya.
Zaman Silur
(440 – 410 juta tahun lalu). Zaman silur
merupakan waktu peralihan kehidupan dari air ke darat. Tumbuhan darat mulai
muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan
Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang
mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai
pelindung. Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi
Skandinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara.
Zaman Devon
(410-360 juta tahun lalu). Zaman Devon
merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan
berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan
ke daratan masih terus berlanjut selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan
beranjak menuju daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk
pertama kalinya. Samudera menyempit sementara, benua Gondwana menutupi Eropa,
Amerika Utara dan Tanah Hijau (Green Land).
Zaman Karbon
(360 – 290 juta tahun lalu). Reptilia
muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga
raksasa muncul dan ampibi meningkat dalam jumlahnya. Pohon pertama muncul,
jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa pembentuk
batubara. Pada zaman ini benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa
daratan yang disebut Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai
bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim tropis menghasilkan secara
besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan sebagai batubara.
Zaman Perm
(290 -250 juta tahun lalu). “Perm”
adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia. Reptilia
meningkat dan serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan konifer dan Grikgo
primitif. Hewan Ampibi menjadi kurang begitu berperan. Zaman perm diakhiri
dengan kepunahan micsa dalam skala besar, Tribolit, banyak koral dan ikan
menjadi punah. Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa
daratan, Lapisan es menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika,
membendung air dan menurunkan muka air laut. Iklim yang kering dengan kondisi
gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi.
Zaman Trias
(250-210 juta tahun lalu). Gastropoda
dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan
reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini.
Reptilia menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai
berkembang. Mamalia pertamapun mulai muncul saat ini. Dan ada banyak jenis
reptilia yang hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura. Tumbuhan sikada mirip
palem berkembang dan Konifer menyebar. Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun
terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan celah-celah mulai
terbentuk di Pangea.
Zaman Jura
(210-140 juta tahun lalu). Pada zaman
ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat
jumlahnya. Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di
dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh
dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama (Archeopterya)
berevolusi dan banyak jenis buaya berkembang. Tumbuhan Konifer menjadi umum,
sementara Bennefit dan Sequola melimpah pada waktu ini. Pangea terpecah dimana
Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan melepaskan
diri dari Antartika dan Australia. zaman ini merupakan zaman yang paling
menarik anak-anak setelah difilmkannya Jurrasic Park.
Zaman Kapur
(140-65 juta tahun lalu). Banyak
dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini. Mamalia
berari-ari muncul pertama kalinya. Pada akhir zaman ini Dinosaurus,
Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit punah. Mamalia
dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi banyak bentuk yang berlainan.
Iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika menuju Asia. zaman
ini adalah zaman akhir dari kehidupan biantang-binatang raksasa.
Zaman
Tersier (65 – 1,7 juta tahun lalu). Pada zaman
tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan
burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna
laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang
hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi
menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat
dan rumput. Pada zaman Tersier – Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan
tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global.
Zaman
Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang). Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen
mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang
lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang. Pada
Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada
jaman glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara
ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan
Himalaya Di antara 4 jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial, dimana iklim
bumi lebih hangat. Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut
Pithecanthropus erectus) muncul pada Kala Plistosen. Manusia Modern yang
mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen. Flora dan fauna yang hidup
pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup sekarang.
B. KELAYAKAN
PLANET BUMI UNTUK KEHIDUPAN
1. Bumi Memiliki
Air dan Sistem Penjernihannya
Allah SWT
menyebutkan bahwa Dia menciptakan kehidupan dariair, sebagaimana firman-nya
berikut ini:
Dan apakah
orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya
dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari
air Kami jadikan segala sesuatumenjadi hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga
beriman? (QS. Al-Anbiya': 30)
Allah SWT
tidak hanya menurunkan air di muka Bumi, tetapi juga mempertahankan
keseimbangan mekanisme yang ada di dalamnya. Dalam hal penyediaan air bersih
misalnya, Bumi diberiAllah SWT mekanisme penyulingan air yang sangat
mengagumkan. Tidak kurang dari 400 miliar ton air disirkulasi setiap tahunnya.
Air dari
seluruh daratan Bumi mengalir ke lautan. Berkumpullah air kotor dari seluruh
aktifitas makhluk hidup daratan. Di lautan itu terjadi berbagai proses
biokimiawi dari ekosistem laut untuk diberisihkan kembali.
Dalam waktu
yang bersamaan air samudera itu diuapkan oleh panas matahari menjadi awan. Maka
terjadilah penyulingan air laut besar-besaran sepanjang tahun.
Awan itu
kemudian digiring ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air bersih di seluruh
permukaan Bumi, dan turun sebagai hujan. Maha suci Allah. Sungguh besar energi
yang terlibat dalam proses penyulingan dan pendistribusian ratusan miliar ton
air itu.
Dan air
dalam jumlah yang cukup itu sampai hari ini hanya ada di bumi, di planet lain
memang ada asumsi ditemukannya air, tetapi jumlah, kandungan dan keadaannya
masih menjadi perdebatan.
Sementara
bumi kita ini sangat berkelimpahan dengan air. Sekitar 2/3 permukaannya
ditutupi oleh air. Sebuah kondisi yang tidak terjadi pada ‘saudara-saudara’
Bumi di tata surya ini. Kalau pun di planet lain ada air, maka air di planet
yang jauh dari matahari membeku, sedangkan yang dekat matahari airnya malah
mendidih dan menguap.
Asal Muasal
Air
Menurut para
ahli di masa kini, asal muasalkeberadaan air itu sebenarnya bukan terbentuk di
permukaan Bumi, melainkan datang dari luar angkasa.Air yang
sedemikian banyak itu memerlukan proses ledakan raksasa yang bisa membahayakan
Bumi. Reaksi Hidrogen dengan Oksigen dalam tekanan yang sangat
tinggimenimbulkan energi panas yang luar biasa dahsyatnya dan menyemburkan apilalu
menghasilkan H2O alias air.
Beberapa
ahli berpendapat ledakan ini bukan di bumi tapidi luar angkasa. Lalu diturunkan
oleh Allah SWT ke bumi dalam bentuk bongkahan-bongkahan es membeku seperti
komet yang menyerbu Bumi. Dan air kiriman itu sengaja dipertahankan menetap di
Bumi. Kalau kita hubungkan teori ini dengan salah satu firman Allah SWT,
mungkin ada benarnya.
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air
itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa
menghilangkannya. (QS. Al-Mu’minuun: 18)
2. Bumi
Punya Udara
Ciri khas
makhluk hidup adalah bernafas. Manusia dan hewan butuh Oksigen dan tumbuhan
butuh Karbondiksida. Di Bumi, keduanyatersedia dalam jumlah yang seimbang.
Atmosfer
kita mengandung oksigen dalam kadar yang pas sekali. Tidak terlalu banyak, dan
tidak terlalu sedikit. Jumlahnya sekitar 21% dari udara yang tersedia. Yang
terbanyak adalah Nitrogen, yaitu sekitar 78 persen. Selebihnya adalah gas
karbon dioksida, dan sejumlah kecil gas-gas lainnya.
Kadar
oksigen ini, anehnya bertahan sekitar 21 persen sesuai dengan kebutuhan
kehidupan makhluk Bumi. Jika kurang dari itu, akan menyebabkan problem
pernafasan. Sebaliknya, kalau melebihi secara radikal bakal menyebabkan proses
oksidasi di muka Bumi berjalan tidak terkendali. Di antaranya, tingkat
kebakaran dan kekeroposan logam-logam bakal melonjak secara dramatis.
Punya
Daratan
Ada beberapa
planet besar dalam tata surya kita, seperti planet Yupiter,
Saturnus dan Uranus. Tapi sayangnya ketiga planet itu tidak memiliki daratan,
semuanya gas. Tentu saja tidak mungkin dihuni oleh manusia. Karena tidak ada
tempat berpijak.
Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa manusia ditempatkan oleh Allah SWT di
daratan dan juga lautan.
Dialah Tuhan
yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan di lautan. (QS. Yunus: 22)
Suhu Yang
Cocok
Bumi punya
sistem pemanasan dan pendingan otomatis yang sangat canggih, sehingga tidak
membeku atau memanas secara ekstim, meski kerjanya keliling matahari.
Bandingkan
dengan pluto yang baru saja dipecat dari keluarga planet tata suryayang suhunya
yang sangat rendah, sekitar minus 328 derajat Celsius. Dengan suhu ‘sesejuk’
ini, dijamin tidak ada makhluk hidup yang bisa tinggal di planet dengan daratan
seperti itu.
Atau
sebaliknya, daratan di planet Mercurius. Planet ini sangat dekat dengan
matahari, sehingga suhunya sangat tinggi, bisa melelehkan logam Timbal. Tentu
saja, tidak adamanusia atau hewan yangakan tahan tinggal di planet ini.
Konon satu
wajah dari planet ini selalu menghadap matahari dan wajah lainnya selalu
membelakanginya. Di bagian yang tidak pernah disinari matahari, daratan Mercurius
membeku. Dan yang terus menerus menghadap matahari, suhunya menjadi sangat
ekstrim.
Bumi Punya
Atap Pelindung Buat Penghuninya
Angkasa luar
itu ternyata ganas dan mematikan. Setidaknya yang kita tahu ada dua ancaman,
pertama tabrakan benda angkasa (meteorit) dan kedua adalah ancaman dari sinar
matahari.
Di
langitternayta banyak bertebaranbendaangkasa, mulai dari yang kecil sampai yang
sebesar gunung. Setiap saatbenda-benda itu melintasi suatu planet dan tertarik
grafitasinya. Sehingga planet itu dihujani benda-benda itu dan menimbulkan
ledakah dahsyat, bahkan tidak jarang akhirnyahancur berkeping-keping. Lihatlah wajah
permukaan bulan kita yang bopeng dengan serbuan meteorit.
Sinar
matahari apalagi badai matahari akan membuat semua makhluk hidup mati seketika.
Di mana kita berada, kalau dekat dengan matahari selalu ada resiko kematian.
Maka diperlukan sebuah atapyang melindungi makhluk hidup dari serbuan meteorit
dandan jugacahaya yang mematikan itu. Dan atap itudimiliki oleh bumi kita
tercinta hasil pemberian Allah SWT. Atmosfer kita initernyata berfungsi sebagai
atap yang melindungi dari cahaya maut matahari.
Lapisan Ozon
di bagian atas atmosferberfungsi untuk melindungi makhluk hidup di planet ini
dari serbuan sinar matahari yang mematikan yaitu sinar ultraviolet. Lapisan
magnetosfernya melindungi dari pancaran gelombang elektromagnetik dari angkasa
luar.Atmosfer yang setebal 1000 km ini benar-benar suatu desain atap planet
yang menyelimuti bumi. Sungguh aneh dan luar biasabermanfaat buat kehidupan di
dalamnya.
Maha benarlah
Allah SWT ketika berfirman:
Dan Kami
menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara , sedang mereka berpaling
dari segala tanda-tanda yang terdapat padanya. (QS. Al-Anbiya': 32)
Bumi Punya
Gunung dan Lembah
Untuk
terjadinya siang dan malam, Allah SWT memutar Bumi pada porosnya seperti
gasing. Kalau dihitung-hitung putaran semu buat penghuni bumi, kecepatannya
mencapai 40.000km/24 jam atau sama dengan 1.666 km/jam. Lebih cepat dari
pesawat jet komersial.
Dan menurut para ahli, perputaran permukaan bum itutelah menyebabkan timbulnya
angin kencang di atmosfernya. Lantas kenapa itu tidak menyebabkan angin badai?
Karena angin itu dihalangi dan diperlambat oleh permukaan Bumi yang tinggi rendah
berbentuk gunung dan lembah.
Dalam waktu
yang bersamaan juga dipengaruhi oleh perubahan tekanan udara di berbagai
wilayah Bumi akibat sumbu rotasi Bumi yang miring 23, 5 derajat.
Maka sekilas
kalah kita baca ayat berikut ini, kita akan sadar bahwa bumi ini memang
diciptakan untuk manusia dan makhluk hidup.
Dan kamu
lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia
berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan
kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (QS.
An Naml: 88
)
Bumi
Mempunyai Pabrik Makanan Buat Makhluk Hidup
Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran:
Dialah Yang
menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia
menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu
segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan
sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 22 )
Planet Bumi
ini secara sistemik bisa memproduksi dan menyediakan berbagai kebutuhan
makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Berbagai macam tanaman dan pepohonan
menghasilkan buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, biji-bijian, dan beraneka ragam
kebutuhan manusia. Darinyalah kita memperoleh sumber karbohidrat, protein dan
lemak nabati.
Di sisi lain
Allah menyediakan berbagai macam hewan dan binatang ternak.
Mulai dari
berbagai jenis ikan yang hidup di perairan dan samudera,binatang-binatang yang
hidup di daratan, sampai pada beragam unggas yang beterbangan. Semuanya memberikan
ragam makanan hewani.
Dan anehnya,
mereka memiliki mekanisme otomatis untuk bereproduksi secara berkelanjutan.
Kecuali, manusia sudah merusak tatanan keseimbangan ekosistem yang ada. Maka
rusaklah mekanisme alamiah itu. Dan
rusak pula sumber-sumber makanan kita.
BAB. III METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan melalui 2
cara yaitu:
1. Penelitian melalui media internet
Dalam hal
ini penulis mengambil materi dari beberapa alamat website dan di rangkum
menjadi satu bagian yang pokok. Sehingga diharapkan dapat melengkapi materi
yang dibutuhkan.
2. Penelitian melalui media buku pembelajaran.
Selain melalui
media internet, untuk melengkapi lagi kekurangan materi penulis mengutip dari
beberapa buku pembelajaran.
BAB. IV PENUTUP
a. Kesimpulan
Sementara
ini kalau kita renungkan, rasanya bumi ini adalah tempat yang paling layak
untuk dihuni oleh berbagai makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan.
Planet lain meski banyak memiliki kemiripan, tapi tidak ada satu pun yang
memenuhi kriteria layak untuk dihuni. Demikian kesimpulan para ilmuwan dan
rasanya Al-Quran pun memang selalu menyebutkan bumi untuk tempat tinggal
manusia.
Akan tetapi
semua itu tidak lantas menutup kemungkinan adanya alien atau makhluk lain yang
bisa hidup di luar sana. Tetapi sampai hari ini temuan ilmiyah dan isyarat yang
ada di dalam Al-Quran belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan alien berupa
manusia atau makhluk hidup cerdas lainnya.
Bumi adalah planet ketiga dari
delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar
tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU
(ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan
magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin
matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini
menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini
dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
Berdasarkan susunan kimianya, bumi
dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni bagian padat (lithosfer) yang terdiri
dari tanah dan batuan; bagian cair (hidrosfer) yang terdiri dari berbagai
bentuk ekosistem perairan seperti laut, danau dan sungai; bagian udara
(atmosfer) yang menyelimuti seluruh permukaan bumi serta bagian yang ditempati
oleh berbagai jenis organisme (biosfer
Bumi melakukan beberapa gerak yang
alami, yaitu gerak rotasi dan revolusi. Gerak rotasi bumi merupakan gerak
berputarnya bumi pada porosnya (sumbu). Gerakan rotasi ini menyebabkan daerah
sepanjang equator bergerak cepat, sedangkan di daerah kutub hampir-hampir tidak
mengalami pergerakan
Poros (sumbu) bumi merupakan garis
khayal yang menandakan sumbu rotasi dari bumi, yang melalui kutub utara dan
kutub selatan. Poros bumi tidaklah tegak lurus, tetapi mengalami kemiringan
sebesar 23,5o dari garis tegaknya.
Waktu rotasi bumi dalam satu putaran adalah 23 jam 56 menit. Akibat dari rotasi
bumi, menimbulkan beberapa gejala alam seperti (a) terjadinya pergantian siang
dan malam, (b) perbedaan waktu di berbagai tempat di muka bumi, (c) gerak semu
harian bintang, (d) perbedaan besar gaya gravitasi di berbagai tempat di bumi,
dan (e) terjadinya pembelokan arah angin.
b. Saran
Makalah
saya ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kritik dan saran yang
membangun sangat saya harapkan dari para pembaca sekalian demi tercapainya
kesempurnaan dari makalah saya ini.
DAFTAR PUSTAKA